Hari Kedua PKKMB INSTIDLA 2026 Bekali Mahasiswa Baru dengan Kecakapan Akademik dan Literasi Digital

Humas
27 Aug 2026
Hari Kedua PKKMB INSTIDLA 2026 Bekali Mahasiswa Baru dengan Kecakapan Akademik dan Literasi Digital
Pesawaran, 27 Agustus 2026 — Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Institut Teknologi dan Bisnis Diniyyah Lampung (INSTIDLA) Tahun 2026 memasuki hari kedua pada Kamis (27/8/2026). Bertempat di Aula Lantai 3 Kampus INSTIDLA, kegiatan kembali diikuti oleh mahasiswa baru dengan mengusung tema “Mahasiswa Berdampak, Berkarakter SIGER, Adaptif di Era Digital”.

Memasuki hari kedua, mahasiswa baru tidak hanya diajak mengenal kehidupan akademik di perguruan tinggi, tetapi juga dibekali berbagai pengetahuan yang akan menjadi bekal selama menjalani proses perkuliahan. Mulai dari pemahaman mengenai sistem pendidikan tinggi, layanan akademik, literasi keuangan, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), hingga etika dalam menggunakan teknologi informasi dan media sosial.

Kegiatan diawali dengan registrasi dan pemeriksaan kehadiran peserta pada pukul 07.30 WIB. Setelah itu, mahasiswa baru mengikuti apel pagi, doa bersama, serta ulasan kegiatan hari pertama. Sesi tersebut menjadi ruang untuk melakukan refleksi sekaligus membangun kesiapan dan semangat peserta sebelum memasuki rangkaian materi hari kedua.

Materi pertama disampaikan oleh Wakil Rektor I INSTIDLA, Sevi Andriasari, M.Kom., mengenai Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia dan Tridharma Perguruan Tinggi serta implementasi Kampus Berdampak.

Melalui penyampaian secara interaktif, mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai aspek penting dalam pendidikan tinggi, mulai dari kurikulum, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), beban studi, hingga pembelajaran di luar kampus. Tidak hanya pendidikan, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.

Materi tersebut sekaligus menanamkan kesadaran bahwa mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk berkontribusi di luar lingkungan kelas. Pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan diharapkan tidak berhenti sebagai capaian akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gagasan dan kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Setelah memahami sistem pendidikan tinggi, mahasiswa baru kemudian diperkenalkan dengan Sistem Akademik Terpadu INSTIDLA. Sesi yang disampaikan oleh Mezan El-khaeri Kesuma, M.TI., dan Riska Amalia, M.E., dikemas dalam bentuk praktik langsung.

Peserta mendapatkan pendampingan dalam melakukan aktivasi akun, pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), pengecekan Kartu Hasil Studi (KHS), presensi, penggunaan Learning Management System (LMS), perpustakaan digital, serta berbagai layanan akademik lainnya. Pengenalan ini diharapkan membuat mahasiswa lebih siap dan mandiri dalam mengakses berbagai kebutuhan akademik selama menjalani perkuliahan.

Beranjak dari persoalan akademik, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan mengenai literasi keuangan dan kesejahteraan mahasiswa. Ariyanto, M.Pd., dan Fitriani, S.Akun., mengajak peserta memahami pentingnya mengatur keuangan pribadi sejak berada di bangku kuliah.

Materi mencakup penyusunan anggaran pribadi, pengelolaan keuangan, serta kewaspadaan terhadap berbagai ancaman finansial di era digital, seperti pinjaman ilegal, judi daring, dan penipuan digital. Mahasiswa juga diberikan informasi mengenai peluang beasiswa yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan.

Perkembangan teknologi digital yang semakin cepat turut menjadi bagian dari pembekalan pada hari kedua. M. Reza Romahdoni, M.TI., memberikan materi mengenai Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran di Perguruan Tinggi.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai kemungkinan pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Namun, pemanfaatan teknologi juga ditekankan harus dilakukan secara bertanggung jawab dengan tetap menjaga integritas akademik, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas mahasiswa.

Setelah ISHOMA, kegiatan dilanjutkan dengan materi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi yang disampaikan oleh Eka Ridhawati, M.Kom.

Mahasiswa baru mendapatkan pemahaman mengenai berbagai jenis kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi, mekanisme pelaporan, perlindungan korban, serta prosedur penanganannya. Pembekalan ini diharapkan dapat membangun kesadaran mahasiswa untuk bersama-sama menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Menjelang sore, perhatian mahasiswa kembali diarahkan pada kehidupan di ruang digital melalui materi Etika Penggunaan Teknologi Informasi dan Media Sosial yang disampaikan oleh Ahmad Rizal Syafikri Raharjo, S.Kom., dan Zulfa Azkia Nisa, S.Sos.

Melalui analisis sejumlah kasus, mahasiswa diajak memahami pentingnya menjaga jejak digital, keamanan data pribadi, etika berkomunikasi, serta tanggung jawab ketika menggunakan media sosial. Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan menggunakan teknologi tidak cukup hanya dengan mengetahui cara mengoperasikannya, tetapi juga membutuhkan kesadaran mengenai dampak dari setiap tindakan di ruang digital.

Rangkaian kegiatan hari kedua kemudian ditutup dengan sesi refleksi dan penutupan. Mahasiswa baru diajak mengevaluasi kembali berbagai materi yang telah diterima sekaligus mendapatkan pengarahan mengenai rangkaian kegiatan pada hari ketiga.

Hari kedua PKKMB INSTIDLA 2026 menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa baru menghadapi kehidupan perguruan tinggi. Mereka tidak hanya diperkenalkan pada sistem akademik, tetapi juga diajak memahami tanggung jawab sebagai mahasiswa di tengah perkembangan teknologi dan dinamika kehidupan sosial.

Melalui rangkaian pembekalan tersebut, mahasiswa baru diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter SIGER, adaptif terhadap perkembangan zaman, bijak dalam memanfaatkan teknologi, serta memiliki keberanian untuk menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Bagikan Berita

Kontak & Informasi